Pages

Minggu, September 27, 2009

"Menculik Miyabi" Film Maria Ozawa Di Indonesia

Beberapa hari belakangan ini media lokal dan media hiburan di Indonesia marak memberitakan sosok artis cantik asal negeri sakura Maria Ozawa yang akan bermain film di Indonesia. Orang awam pasti akan bertanya, siapa sebenarnya Maria Ozawa? Mengapa namanya begitu kuat menyedot perhatian media lokal dan media hiburan kita. Bagi para peselancar dunia maya yang suka mengklak klik film berkategori biru alias porno, nama ini tentunya tidak asing lagi. Betul sekali, dia adalah salah satu artis bintang film biru yang dalam kurun beberapa tahun terakhir ini telah menjelma menjadi fenomena dalam industri film biru di Jepang. Disamping namanya sendiri, Maria Ozawa lebih dikenal juga dengan nama Miyabi. Menurut beberapa komentar dari para penonton film biru, Miyabi memiliki nilai jual lebih dibanding para ‘pemain’ film biru lainnya karena ia dinilai cantik dan menawan.

Sejumlah kelompok dengan tegas menentang rencana kedatangan Miyabi untuk berakting di Indonesia. Sebaliknya, Menkominfo Mohammad Nuh justru tak melarang kedatangan bintang porno itu.

Perempuan yang bernama asli Maria Ozawa tersebut rencananya akan membintangi film komedi bertajuk 'Menculik Miyabi'. Raditya Dika didapuk sebagai penulis skenario sekaligus membintangi film tersebut.

Ternyata rencana tersebut mendapat tanggapan pro dan kontra. Menkominfo pun punya pendapat sendiri dengan masalah tersebut. Ia mendukung Miyabi asalkan ada syaratnya.

"Kalau dia di Indonesia tidak melakukan kegiatan-kegiatan porno, secara legal tidak bisa dilarang," ungkapnya usai memberikan ceramah dan meresmikan situs Madrasah Qudsiyah di Kudus, Jawa Tengah, Sabtu (26/9/2009).

Nuh pun melihat, bahwa penolakan terhadap Miyabi dari berbagai pihak sebenarnya bukan faktor kebencian, melainkan sebagai seruan moral. "Jadi kita harus menghormati pendapat mereka yang menolak," jelasnya.

Untuk itu, mantan Rektor ITS itu menyarankan, agar masyarakat tidak membuat kegiatan yang kontroversial. "Tetapi kreativitas hendaknya tidak lantas mengabaikan kepekaan sosial."

Siapakah Miyabi?

Maria Ozawa aka Miyabi adalah artis film porno asal Jepang yang sukses mengikuti jejak seniornya, Asia Carera yang telah pensiun dari dunia film porno. Maria Ozawa kini menjadi artis paling dicari dan terpopuler di antara artis-artis porno lainnya di Asia.

Wajah cantik Maria Ozawa diwarisi dari perpaduan kemolekan sang ibu yang asli Jepang dengan Bapaknya yang berasal dari Perancis dan keturunan Canada.

Maria Ozawa mengecap pendidikan di Sekolah Internasional yang membuat pergaulannya menjadi luas dan kemampuan bahasa Inggrisnya menjadi lebih baik.

Hoby yang paling disenanginya adalah bermain Hoki, setiap hari dia bermain Hoki disekolahnya. Maria Ozawa juga senang memasak, dan bermain game Playstasion di kamarnya.


Berhubungan Seks di Usia 13 Tahun


Maria Ozawa sering di panggil Miyabi di lahirkan di Hokkaido, Jepang pada 8 Januari 1986. Dengan tinggi badan 1.62 meter dan berat 48 kg menjadikannya molek dan terlihat innocent.Parasnya sungguh aduhai karena dia memiliki darah persilangan Jepang, Perancis dan Kanada, jadi tidak salah lagi kalau tampangnya tidak melulu jepang. Hal ini yang menjadikan dirinya lebih unik, dan keeksotisan wajahnya membuat kepopuleran dirinya melesat dalam dunia film biru.

Di usia 13 tahun, wanita pencinta warna Pink ini telah mendapatkan pengalaman seks pertamanya. Saat itu dia melakukan hubungan seks dengan sang pacar pertama yang 4 tahun lebih tua darinya. Dari blog pribadinya diketahui di usia 19 tahun, Maria Ozawa telah melakukan dengan 6 pria, empat diantaranya adalah sang pacar.

Di usia itu, Maria Ozawa telah menguasai 48 posisi seks yang dia pelajari dari majalah porno yang dibelinya sendiri.


Bergabung dengan Rumah Produksi Film Porno Jepang

Perjalanan karir Maria Ozawa di dunia film porno dimulai dari perkenalannya dengan seorang pekerja AV (rumah produksi film di Jepang). dan karirnya pun dimulai dari B-Open, sebuah agen artis terkenal di Jepang. Di terima di B-Open, Ozawa menjadi model dari situs www.shirouto-teien.com pada bulan Juni 2005. Di situs ini, Maria membintangi beberapa set foto dan dua buah film blue.

Di bulan Oktober 2005, Maria dikontrak oleh S1, sebuah Production House film dewasa Jepang. Di perusahaan inilah, Maria Ozawa pertama kali membintangi "New Face", video porno yang membuat namanya melesat dan terkenal seperti sekarang ini. Di S1, Maria Ozawa membintangi satu judul setiap bulannya sampai Februari 2007. Judul-judul video Maria Ozawa sempat menjuarai kompetisi penjualan terbanyak film-film porno se Jepang.Bersama Maria Ozawa ini, perusahaan berhasil mendapatkan penjualan yang tinggi mengalahkan artis AV yang lain. Selain menghasilkan adult video, dia juga tampil di film V-Cinema, photobook, dan glamour video (graveur).

Di tahun yang sama bulan April, Maria pindah dari S1 ke Dasdas. Di rumah produksi yang satu ini, maria Ozawa banyak membintangi film-film yang bertemakan kekerasan, perkosaan, dan penyiksaan fisik. Di akhir tahun 2007, maria Osawa pindah lagi ke Attackers, Rumah Produksi Video porno yang spesiliasi di tema perkosaan.

Selain membintangi video-video orang dewasa, Maria Ozawa juga tampak dalam beberapa film-film V-Cinema, MTV Jepang, dan di Yokohama Hip Hop Group sebagai model dalam video klip lagu Summer Time in the D.S.C.

Dampak dari debutnya ini, dia dikucilkan oleh teman-teman yang dulu akrab dengannya. Mereka tidak suka memiliki teman seorang bintang porno. Orang tuanya pun sudah tidak menganggapnya lagi sebagai anak, hal itu bermula sejak dia pulang ke rumah orang tuanya kemudian menunjukkan video-video pornonya. Kini dia hidup di sebuah apartemen mewah dengan nilai sewa Rp 16 juta per bulan.

Alasan Maria Ozawa aka Miyabi Main Film Di Indonesia

Kesiapan bintang porno asal Jepang Maria 'Miyabi' Ozawa untuk bermain film di Jakarta menimbulkan tanda tanya besar. Apa sebenarnya yang membuat wanita yang digemari pengunduh nakal ini mau bermain film di Indonesia?

Humas Maxima Pictures Erlina S mengaku tidak tahu secara langsung dari mulut Miyabi, kenapa dia mau menerima tawaran tersebut, selain jumlah uang yang ditawarkan tentunya.

"Kalau menurut agennya sih, Miyabi itu senang main film yang bercerita (selain film porno)," ungkap Erlina S saat berbincang dengan okezone, Rabu (16/9/2009).

Mengenai ketertarikan Miyabi akan alur cerita atau lokasi syuting seperti Indonesia, tidak juga menjadi jawaban dari ketertarikannya bermain film di Indonesia.

Kalau tak ada aral melintang, Miyabi akan datang ke Jakarta 14 Oktober mendatang untuk melakukan syuting Menculik Miyabi. Wanita muda yang cantik ini akan berada di Jakarta selama sepekan dan kembali ke negeri asalnya sekira 22 Oktober.

Siapakah Di Balik Film "Menculik Miyabi"

Lalu apa istimewanya nama Maria Ozawa ketika didengungkan akan membuat film di Indonesia? Seorang teman Blogger yang bernama Zasmi Arel berpendapat:
Mengapa ketika Heither Storm seorang artis Holywood yang membintangi sebuah film bertajuk horor (Paku Kuntilanak) tidak diberitakan segempita ini? Film Paku Kuntilanak kemudian memang menjadi pemberitaan bukan karena sosok Heither sebagai artis luar yang main film di Indonesia, melainkan karena penolakan beberapa elemen masyarakat atas tema yang diangkat dalam film tersebut.

Dalam sebuah koran harian lokal Indonesia diberitakan bahwa berbeda dengan kebiasaan dia di Jepang yang terkenal karena film-film birunya, di Indonesia Maria Ozawa akan bermain untuk film “nonbiru” yang berjudul “Menculik Miyabi”.

Membaca kupasan sedikit tentang film tersebut, bagi saya yang berpikiran praktis, judul dari film yang akan diangkat tersebut terdengar biasa-biasa saja. Alur ceritanya pun tidak terkesan “wah”. Film yang naskahnya akan ditulis oleh seorang blogger terkenal dan juga penulis yaitu Raditya Dika yang sebelumnya sukses lewat film “Kambing Jantan” menceritakan seorang gadis cantik asal Jepang yang merantau ke Indonesia dengan tujuan untuk berbisnis. Dia akhirnya mendirikan toko Miyabi Lingerie. Cerita berlanjut ke tiga mahasiswa yang lagi bingung mencari kado buat ulang tahun perempuan yang mereka cintai. Ketiga cowok anak kuliahan ini malah terobsesi dengan kecantikan Miyabi. Ketiganya pun menculik Miyabi.

Dalam pikiran saya kemudian adalah film tersebut sengaja dibuat dengan mengedepankan aspek sensasional sosok seorang Maria Ozawa sebagai artis film biru yang sudah mendapat pengakuan secara mendunia. Mengapa saya beranggapan demikian. Dari pemberitaan yang dilansir bahwa film tersebut bebas dari kevulgaran meski yang menjadi bintangnya adalah aktris film panas. Artinya, yang akan dikedepankan sekali lagi adalah sosok Maria Ozawa dari aspek humanitasnya. Namun menurut saya tidak dapat dielakkan kemudian bahwa aspek sensasional seorang Maria Ozawa sebagai bintang film biru lah yang justru akan dimanfaatkan sebagai promosi dan nilai jual dari film ini. Coba kemudian kita berandai-andai, seandainya yang main bukan Maria Ozawa, apakah kemudian sensasi film ini akan diharapkan sekuat judulnya? Menurut saya sepertinya tidak.

Okelah, saya tidak akan mengupas mengenai film tersebut dari judul yang akan diangkat. Yang kemudian justru menarik adalah pastilah keterlibatan sosok seorang Maria Ozawa dalam film produksi Indonesia saya perkirakan akan mengundang pro dan kontra. Bagi para pencinta film biru sepertinya akan setuju dengan kedatangan sosok Maria Ozawa. Garansi bahwa dalam film ini tidak akan muncul adegan-adegan vulgar menurut saya tidak akan mengurangi ketertarikan kelompok ini atas rencana kedatangannya.

Namun lain kelompok lain pemikiran dan lain sudut pandang. Tidak ketinggalan seorang Yusuf Mansyur yang kita kenal sebagai ustadz muda kondang ikut merasa resah dan mengomentari tentang rencana kedatangan bintang porno ini. Beliau justru berharap bintang porno Maria Ozawa dicekal kedatangannya ke Indonesia karena latar belakang bintang porno ini yang memiliki image sangat buruk yang dapat meracuni bangsa Indonesia. Tampaknya sang ustadz terlihat berang dengan informasi kedatangan dan rencana pembuatan film yang akan diperankan oleh bintang porno ini.

Terlepas dari pro kontra di atas, polemik seperti ini menurut saya pribadi akan terus muncul mengingat yang namanya dunia hiburan tidak akan habis-habisnya. Tinggal kita tunggu saja, apa yang akan terjadi dengan film ini dan apa dampak nyata yang akan ditimbulkannya terhadap pandangan masyarakat kita atas dunia perfilman Indonesia.



0 komentar